Gambaran Pemberian Obat Pada Pasien Gastritis Di Puskesmas Sendana Kota Palopo

  • Chitra Astari Prodi S1 Farmasi, Fakultas Kesehatan, Pertanian, dan Kelautan, Universitas Muhammadiyah Palopo
  • Al Syahril Samsi Prodi S1 Farmasi, Fakultas Kesehatan, Pertanian, dan Kelautan, Universitas Muhammadiyah Palopo
  • Nur Qhabilah Anastasya Prodi S1 Farmasi, Fakultas Kesehatan, Pertanian, dan Kelautan, Universitas Muhammadiyah Palopo
Keywords: Gambaran Pemberian, Obat Gastritis, Puskesmas

Abstract

Gastritis didefinisikan peradangan mengenai mukosa lambung. Peradangan dapat mengakibatkan pembengkankan mukosa lambung sampai terlepasnya epitel mukosa supersial penyebab gangguan saluran pencernaan. Obat-obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit Gastritis adalah obat golongan antasida, antagonis reseptor H2, penghambat pompa proton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian obat pada pasien gastritis di Puskesmas Sendana Kota Palopo.

Dengan menggunakan metode deskriptif observasional yang dilakukan pada bulan Juni, sebanyak 1085 lembar resep gastritis  yang diperoleh dari apotek Puskesmas Sendana.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa Berdasarkan jenis kelamin penderita gastritis yang terbanyak adalah laki-laki yaitu 670 pasien dengan presentase 61,75%. Berdasarkan usia penderita gastritis yang terbanyak usia 17-39 tahun yaitu 55,99%. Berdasarkan status pengobatan adalah askes yaitu 51,14%. Berdasarkan Golongan dan jenis obat yang paling banyak digunakan yaitu antasida sebesar 58,81%. Dari ketiga golongan obat, golongan antasida paling banyak digunakan yaitu sebanyak 638 pasien dengan presentase 58,81%.

References

Ainun, Hidayah. 2011. Penyakit Maag dan Gangguan pencernaan. Yogyakarta : Kansienus.

Dipiro, J.T, Robert, L.T, Gary, C.Y, Gary, R.M., Barbara, G.W, Michael Posey, 2008, Pharmacotherapy;A pathophysiological approach, Seventh Edition, Mc Graw Hill Companie

Freshlifegreen, 2011, antasida, http://freshlifegreen.blogspot.com/2011/02/ antasida.html, diakses tanggal 7 Januari 2021.

Gustin Kurni Rahmi,2011. Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Gastritis Pada Pasien Berobat Jalan di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukit Tinggi.

Khusnawati. 2010 .Analisis Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan pada Puskesmas Sungai Durian, Kab.Kubu. JMPK. 2006 hal177-184

Karwati, D. (2012). Hubungan frekuensi konsumsi makanan beresiko gastritis dan stres dengan kejadian gastritis pada wanita usia 20-24 tahun yang berobat di puskesmas cilembang. http: //journal .unsil.ac.id/ download.php?id=1550 (diakses tanggal 12 Januari 2021).

Latarissa amirukkah yusuf. 2013. Defenisi fungsi tujuan dan tugas puskesmas. http://pikesstikpan.blogspot.com//2013/05/defenisifungsitujuandan-tugas- puskesmas.html, diakses tanggal 15 Januari 2021

Muhammad, 1998, Senyawa asam dilambung, http://www.senyawa asam dilambung.com, diakses tanggal 8 Januari 2021.

Rismayanti novi. 2013.Pengelolaan Sediaan Farmasi di Puskesmas http://novirismayanti6.blogspot.com/2013/10/pengelolaan-sediaan-farmasi-di-
puskesmas.html. di akses tanggal 07 Januari 2021

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Price, Sylvia A, dkk.( 2005). Patofisiologi “Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit”, Edisi 6 Vol I. Jakarta: EGC

Rial,D. 2010. Pola Makan Dalam Kehidupan Orang-Orang Yang Terkena Gastritis. Http://www.Gastritis-Bulletin-and-diet. Htm. 13 Januari 2021.

Septianraha, 2014, laporan praktek kerja lapangan, http://www.slideshre.net/laporan-kerja-lapangan-38010315, diakses tanggal 13 Januari 2021

Shulfany, 2011. Hubungan Pola makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Masyarakat Semester II Stikes Wira Husada Yogyakarta TA 2011

Sukarmin, 2012. Keperawatan Pada Sistem Pencernaan. Pustaka Pelajar.Yogyakarta

Undang-undang republik indonesia Nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
Published
2021-05-31